Strategi scalping mudah

Strategi scalping mudah

Diperbarui • 2020-08-24

Scalping mungkin terlihat seperti kata yang menakutkan di pikiran orang. Para trader, pada gilirannya, menemukan banyak peluang tersembunyi di balik maknanya. Dalam trading, Anda tidak perlu melakukan apapun dengan kulit kepala manusia. Sebaliknya, Anda membuat potongan pip pada perubahan kecil dalam harga. Dalam literatur, scalping didefinisikan sebagai gaya trading jangka pendek, yang membantu untuk berhasil di pasar dari perubahan harga sekecil apapun dan sebanyak mungkin dalam sehari. Para ahli mengidentifikasi scalping sebagai pendekatan trading yang cukup berisiko, yang membutuhkan pengawasan pada grafik sepanjang hari. Oleh karena itu, seorang scalper perlu memiliki saraf baja dan mengikuti pasar dengan hati-hati. Penting untuk mengetahui tip tentang manajemen risiko dan menempatkan level entry dan stop loss dengan cara yang benar. Seorang pemula yang percaya diri dalam scalping dapat menjadi penakut jika dia tidak memiliki algoritma untuk memasuki pasar. Hari ini, kami akan membantu Anda dalam perjuangan ini dan berbagi dengan Anda beberapa strategi efektif untuk scalping.

Pertama-tama, mari cari tahu apakah strategi scalping ini berguna untuk Anda.

Anda adalah seorang scalper jika:

  • Trading pada kerangka waktu kecil (M1, M5, M15);
  • Suka risiko dan siap mencurahkan seluruh waktu Anda untuk trading;
  • Trading saat pasar sedang bergejolak/sibuk;
  • Ingin memiliki ukuran posisi yang besar untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dari trading jangka pendek.

Jika Anda menjawab "ya" untuk lebih dari dua poin tersebut, maka Anda adalah seorang scalper sejati! Bagi Anda yang menjawab "ya"; Anda mungkin sedang mempertimbangkan pendekatan tersebut saat ini. Meskipun demikian, strategi yang akan kami jelaskan di bawah ini mudah dan dapat dimengerti. Kami yakin siapa pun dapat mencobanya dan melihat seberapa efektifnya.

1 strategi - Strategi Scalping 5 Menit

Elemen kunci:

  • Timeframe: H1, M5
  • Pasangan mata uang: likuid dengan spread yang ketat (EUR/USD, GBP/USD, USD/CHF, USD/JPY)
  • Indikator: 8-, 21-, dan 13- EMAs

Algoritme skenario beli

  1. Pertama, kita perlu memastikan bahwa trend sedang turun. Untuk melakukan itu, kami membuka grafik H1 dan memasukkan EMA 8- dan 21-. Untuk melakukan itu, buka Metatrader, klik “Indikator” – “Insert” – “Trend” – “Moving Average”.
  2. Untuk skenario beli, kita harus melihat kenaikan. Untuk memastikan tren tersebut, EMA 8 periode harus di atas EMA 21 periode. Moving Average tidak boleh saling bersilangan.
  3. Sekarang kita pergi ke M5 dan memasukkan SMA 13 periode. Moving average ini diperlukan untuk melihat gap antara EMA 8 periode dan EMA 21 periode. Semakin luas semakin kuat juga trennya.
  4. Kami menunggu candlestick menyentuh EMA periode 8 di bagian bawahnya. Inilah pemicu kami
  5. Kita perlu menemukan candlestick tertinggi yang muncul sebelum bilah pemicu.
  6. Buy order ditempatkan di puncak candlestick ini. Stop loss sama dengan rendahnya bilah pemicu.
  7. Kami menempatkan take profit pertama pada jarak yang sama dengan jarak antara entri dan stop loss. Jika tren tetap kuat di H1 dan kita cukup percaya diri, kita dapat menggandakan hadiah kita dan menutup posisi pada jarak dua kali lebih besar dari jarak antara entri dan stop loss.

Mari lihat contohnya. Kita akan melihat grafik EUR/USD pada 22 Juli. Pada H1 kita bisa melihat bahwa harga bergerak dalam tren naik. Rata-rata pergerakan eksponensial 8 periode bergerak di atas periode 21.

Без имени.png

Kita beralih ke M5 dan menunggu candlestick menguji EMA periode 8 dari bayangan bawahnya. Candlestick pemicu terjadi pukul 12:55 pada 22 Juli. Kami menghitung mundur 5 candlestick dari pemicu satu dan memilih candlestick dengan posisi tertinggi. Kita membuka posisi buy di 1.1545. Kita meletakan suatu buy stop order pada posisi tertinggi di candlestick. Stop loss ditempatkan di dasar trigger bar di 1.1537, sementara level take profit masuk ke:

1.1545-1.1537=0.0008

TP1 = 1.1545+0.0008=1.1553

TP2 = 1.1553+0.0008=1.1561

3432.png

Algoritme skenario jual

Di sisi lain, mari kita lihat langkah-langkah untuk membuka posisi pendek.

  1. Pada H1, EMA periode 8 harus berada di bawah EMA periode 21. Ini memastikan tren turun. Ingat, seperti skenario beli, rata-rata pergerakan tidak boleh saling silang.
  2. Kita mengalihkan perhatian ke grafik M5 dan menempatkan SMA 13-periode di sana. Semakin luas semakin kuat juga trennya.
  3. Kita menunggu candlestick menyentuh EMA periode 8 di bagian tertingginya. Inilah pemicu kita
  4. Kita perlu menemukan candlestick terendah yang muncul sebelum bilah pemicu.
  5. Sell order ditempatkan di titik terendah pada candlestick ini. Stop loss ditempatkan di bagian tertinggi bilah pemicu.
  6. Take profit pertama sama dengan ukuran stop loss kita. Yang kedua dua kali lebih besar dari jarak antara entri dan stop loss.

Pada grafik H1 EUR/USD, kita melihat bahwa pasangan tersebut bergerak dalam tren turun. EMA 8 periode bergerak di bawah EMA periode 21.

543.png

Kami membuka grafik M5 dan menunggu bilah pemicu. Akan muncul pada 16:25 pada 15 Agustus. Kami menghitung mundur 5 candlestick dari pemicu satu dan memilih candlestick dengan posisi terendah. Ini adalah sell order kita yang menuju ke 1.1134. Stop loss ditempatkan di bagian tertinggi bilah pemicu di 1.1144. Level take profit dihitung sebagai berikut:

1.1144-1.1134=0.0010

TP1 = 1.1134-0.0010=1.1124

TP2 = 1.1124-0.0010=1.1114

t43.png

2-strategi - Emas-scalping

Strategi kedua adalah untuk mereka yang suka trading emas dan ingin belajar bagaimana cara scalp logam mulia. Ingatlah bahwa halt tersebut membutuhkan perhatian penuh pada grafik.

Elemen kunci:

  • Timeframes: M1
  • Aset: emas, perak
  • Indikator: Williams’ Percent Range: Fast (9) dan Slow (54) Dengan periode -30 dan -70

Algoritme skenario beli

Anda perlu membeli saat fast dan slow oscillator menembus di atas -30. Tutup posisi Anda ketika fast oscillator (9) meninggalkan zona. Stop loss berjalan beberapa pip di bawah level support terdekat.

Algoritme skenario jual

Saat Anda mempertimbangkan untuk membuka posisi pendek, Anda perlu menjual saat slow dan fast oscillator menembus di bawah -70 dan menutupnya ketika meninggalkan zona. Stop loss ditempatkan beberapa pips di atas level resistance terdekat.

Di bawah ini Anda dapat melihat contoh pesanan panjang. Kita membuka posisi ketika fast dan slow oscillator berada di atas level -30 pada 1 946.12 dan ditutup pada 1 948.67 ketika fast oscillator melintasi level -30 ke sisi bawah. Level 1 945 menandai stop loss kita.

t4yg.png

Sekarang Anda tahu strategi apa yang bisa Anda gunakan untuk scalping. Kami sangat menyarankan Anda untuk mencobanya! Pada saat yang sama, ingatlah tentang manajemen risiko dan jangan serakah. Nasihat sederhana ini dapat menyelamatkan Anda dari kegagalan dalam trading.

MASUK

Menyerupai

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pelajari lebih lanjut

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah 00:30:00

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Buku Forex Pemula

Beginner Forex Book akan memandu Anda mengarungi dunia trading.

Buku Forex Pemula

Hal yang sangat penting untuk memulai trading
Masukkan e-mail Anda, dan kami akan mengirimkan buku panduan Forex gratis

Terima kasih!

Kami telah mengirim email tautan khusus ke e-mail Anda.
Klik link untuk mengkonfirmasi alamat Anda dan dapatkan panduan Forex untuk pemula secara gratis.

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera